Striker Handal
Striker handal nggak cuma milik Karim Benzema, CR7, MSN (Barca) dan masih
banyak lagi. Kita juga bisa meski nggak di lapangan hijau. Kita yang bakal
mendobrak pertahanan musuh-musuh Islam yang tengah mengepung kita. Kita juga
yang bakal memimpin umat ke arah kebangkitan yang selama ini kita dambakan
bersama. Karena itu, mari kita sama-sama jadikan diri kita sebagai ujung tombak
kebangkitan umat. Berikut beberapa tips sebagai masukan buat yang belum bisa
istiqomah dengan Islam. Juga diharapkan bisa menjadi pemicu bagi para aktivis
agar lebih dekat kepada Allah Swt.:
Pertama : menempa diri dengan tsaqofah Islam. Nggak usah alergi bin
gengsi ikut pengajian. Galilah tsaqofah Islam sedalam mungkin. Sampai kita
bener-bener yakin kalo Allah itu ada dan selalu mengawasi kita. Al-Quran itu
perkataan Allah yang kudu kita jadiin pegangan dalam hidup. Dan Rasulullah saw.
adalah panutan kita dalam berbuat.
Kedua : mengaitkan perbuatan kita dengan kehidupan akhirat. Sebagai
muslim, udah seharusnya kita selalu mikir imbalan yang bakal kita terima
sebelum berbuat. Pahala atau siksa di akhirat. Walaupun rencana itu masih
diperdebatkan dalam hati. Kesadaran hubungan kita dengan Allah Swt. dan akhirat
ini yang bisa jadi perisai buat lindungi diri kita dari dosa sekaligus memicu
kita mencari pahala.
Ketiga , hidup dalam lingkungan yang baik. Salah satu upaya
pencegahan biar kita nggak tergoda berbuat maksiat adalah hidup dalam
lingkungan yang sehat dan steril dari godaan setan. Seperti dalam sebuah
hadis: “Perumpa-maan teman pendamping yang shalih dan teman pendamping
yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Dari
penjual minyak wangi kalian bisa mendapatkan minyak wangi atau mencium bau
harumnya; sedangkan dari tukang besi kalau tidak membakar pakaianmu, maka
kalian akan mendapatkan bau busuk darinya.” (HR Bukhari Jilid 3 No.
314)
Keempat : berdakwah kepada orang lain. Nggak cukup rasanya kalo
kita menimba tsaqofah tapi cuma buat diri sendiri. Kebayang, nggak akan
tersebar Islam kalo kita nggak ikut menyampaikan ke orang lain. Karena kita memeluk
Islam pun karena ada orang yang menyampaikan ke kita, keluarga, atau nenek moyang
kita.
Kelima : ngikut aturan Islam nggak kayak robot . Istiqomah dengan
aturan Islam bukan berarti kita nggak boleh senang-senang. Sok aja. Karena
Rasulullah pun dulu suka becanda dengan istrinya, berolahraga dengan
sahabatnya, atau pake baju yang bagus dan rapi. Tapi tetep, semuanya kudu nyar'i .
Dan kita kudu hati-hati biar nggak terlena dengan berbagai macam hiburan atau
larut dalam kesenangan. Karena itu kerjaan orang kafir. Urang mah kudu beda
atuuuh!
Nah, sobat muda muslim,
mumpung kita masih muda, jangan sia-siakan potensi yang kita punya. Manfaatkan
waktu yang ada untuk belajar, berdakwah, berbuat baik kepada sesama, dan
berkarya sebelum masa muda hilang ditelan usia. Nggak ada kata terlambat buat
jadi pemuda dambaan umat. Jadi striker pembela Islam.semoga bermanfaat.. say no to drugs.. '@78